Berawal Dari Penasaran Hingga Menjadi Fatal - Part 9
Senin, 04 Maret 2019
Tulis Komentar
Jones Merapat
Hari minggu jam 09.00 wib pagi hari andi, doni, beni dan farid datang ke rumah kota masa depan. Sebelumnya kami memang janjian ketemu di rumah gw. Semuanya ngumpul di beranda teras rumah. Semua masih terdiam, belum ada yang memulai pembicaraan. Terlihat kaku dan tegang. Bahkan andi kali ini menghisap rokoknya dalam-dalam.
"Kita mau diem-dieman apa mau ngomongin yang kita alamin nih?" Tanya gw ke mereka semua untuk memulai pembicaraan.
"Hah kita?? Berarti elu juga ngalamin dong fad" jawab doni yang sedikit kaget.
Gw memang sengaja enggak cerita dulu tentang yang gw alami. Tapi karena salah ucapan, maka mau enggak mau menceritakan juga apa yang gw alami. Satu persatu dari kita gantian bercerita. Satu sama yang lain saling menatap heran atas apa yang di alami. Kita saling menebak penyebabnya. Karena kita mengalami hal yang serupa dan di malam yg sama. Mereka takut jika terror ini berkelanjutan.
"Ya udah gmn kalau kita pergi ke mbah tunggak menanyakan hal ini??" Temen-temen mendengar usulan gw pada setuju. Kami berpikir, mungkin terjadinya penampakan yang kita alami semalem penyebabnya adalah makhluk ghaib penghuni lawang sewu mengikuti kita sampe sini.
Kali ini kita semua balik ke lawang sewu enggak naik mobil atau motor. Doni dan beni masih trauma atas apa yang menimpa mereka berdua. Kami jalan kaki keluar komplek, naik bus kecil jurusan jerakah, kemudian di lanjut naik bus damri. Ya kali ini kita naik transportasi umum.
"Ning akhirat rak ono cokelat,
Opo meneh sego goreng babat..
Ning akhirat rak ono jus alpukat,
Opo meneh rokok ardath..
Opo meneh rondo lewat..."
Kurang lebih begitu nyanyian dari pengamen di dalam bus damri yang kita naiki. Cukup menghibur diri kami yang masih dilanda ketakutan dan kecemasan.

Belum ada Komentar untuk "Berawal Dari Penasaran Hingga Menjadi Fatal - Part 9"
Posting Komentar